Hallo sobat kimia, lama tak jumpa ya... akhirnya saya bisa posting materi lagi pada blog-kimiaitumudah.blogspot.com-kali ini materi yang akan dibahas adalah seputar Asam & Basa yang merupakan lanjutan materi dari postingan saya yang sebelumnya, baca selengkapnya ya sampai ke bawah agar dapat memahami dengan benar materi ini!
A. PENGERTIAN ASAM DAN BASA
Asam dan Basa merupakan dua hal berbeda. untuk lebih
memahami mengenai pengertian Asam dan Basa mari kita lihat satu persatu
pengertian ketua kata tersebut.
1. Pengertian Asam
Kata asam sendiri ternyata berasal dari bahasa latin. Dalam
bahasa latin asam berasal dari kata “acidus” yang memiliki arti “masam”. Tetapi
dalam pandangan kimia, asam dapat dapat didefenisikan sebagai suatu senyawa
yang menghasilkan ion hidrogen ketika terlarut dalam pelarut. Umumnya pelarut
yang digunakan adalah air (H2O).
Senyawa asam ini sering kita temukan dalam konteks kehidupan
sehari-hari seperti pada makanan dan minuman. Namun senyawa asam juga dapat
ditemukan dalam organ tubuh kita yaitu dalam lambung. Jenis asam yang terdapat
pada lambung adalah asam klorida yang berfungsi untuk membunuh kuman di lambung
serta membantu pencernaan makanan.
2. Pengertian Basa
Dalam ilmu kimia, basa dapat didefinisikan sebagai senyawa
yang menghasilkan ion hidroksida (OH-) jika dilarutkan dalam pelarut, umumnya
pelarut yang digunakan adalah air (H2O). Rumus senyawa basa selalu memiliki
gugus OH (kecuali untuk ammonium hidroksida). Gugus OH yang terdapat dalam
senyawa basa ini lah yang menyebabkannya memiliki sifat – sifat khas sebagai
suatu basa.
B. SIFAT SERTA CIRI – CIRI ASAM DAN BASA
1. Sifat dan ciri-ciri Asam
Sifat dan ciri-ciri asam adalah sebagai berikut:
a. Memiliki rasa yang asam
Sifat yang paling mencirikan asam adalah terasa asam jika
dirasakan indra pengecap. Contohnya: Cuka merupakan salah satu asam yang
sering kita temukan dalam kehidupan sehari – hari. Dalam ilmu kimia, cuka
dikenal dengan nama asam asetat (asam etanoat).
b. Dapat Mengubah Warna Indikator
Selain rasa asam yang dimilikinya, sifat lain dari asam
yaitu dapat mengubah warna beberapa zat alami dan zat buatan. Sifat yang dapat
merubah warna zat ini yang dimanfaatkan dalam ilmu kimia untuk melihat suatu
senyawa bersifat asam ataukah bersifat basa. Dalam ilmu kimia sifat asam
dilihat dari senyawa-senyawa kimia yang diduga memiliki sifat asam. Sifat asam
didentifikasi dengan menggunakan indikator. Indikator yang paling sering
digunakan adalah kertas lakmus. Jika suatu senyawa memiliki sifat asam maka
kertas lakmus biru akan menjadi merah, sedangkan kertas lakmus merah akan tetap
berwarna merah.
c. Dapat Menghantarkan Arus Listrik
Asam dapat menghantarkan arus listrik. Hal itu dikarenakan
asam dapat melepaskan ion – ion dalam larutannya. Asam kuat merupakan
elektrolit yang baik. Semakin kuat suatu asam, akan semakin baik pula daya
hantar listriknya (memiliki sifat elektrolit yang baik). Contohnya adalah asam
sulfat yang terdapat pada aki mobil.
d. Asam yang Bereaksi dengan Logam Menghasilkan Gas Hidrogen
Senyawa asam direaksikan atau bereaksi dengan beberapa jenis
logam menghasilkan gas hidrogen. Beberapa contoh logam yang jika direaksikan
dengan asam akan menghasil gas hidrogen yaitu: Logam magnesium, besi, tembaga
dan seng. Akan tetapi hasil reaksi keduanya bukanlah gas hidrogen saja
melainkan juga mengandung senyawa garam.
Reaksi :
Jika kita mereaksikan dua senyawa asam yang berbeda pada
logam yang sama, maka kita akan memperoleh hasil yang berbeda. Begitu juga
sebaliknya, jika mereaksikan dua logam dengan senyawa asam yang sama. Hal itu
disebabkan perbedaan kekuatan asam yang kita gunakan.
2.Sifat dan Ciri-ciri Basa
Untuk membedakannya dengan asam maka kita perlu mengetahui
sifat dan dan ciri basa. Adapun sifat dan ciri-ciri basa adalah sebagai
berikut:
a. Basa miliki rasa yang Pahit
Senyawa basa apabila dirasakan dengan indra pengecap kita,
rasanya akan pahit. Contohnya ketika secara tidak sengaja sabun masuk kedalam
mulut. Namun perlu digarisbawahi bahwa dalam menganalisis basa tidak dianjurkan
untuk melakukan pemeriksaan dengan mencicipinya.
b. Basa terasa licin
Selain rasanya yang pahit, ternyata basa juga bersifat
licin. Contohnya : saat kita memegang sabun, ketika disentuh maka sabun
tersebut teras licin, Basa pembuat sabun adalah natrium hidroksida. Namun
dalam praktikum sebenarnya, tidak dianjurkan mengidentifikasikan senyawa
basa dengan menyentuhnya.
c. Bersifat korosif
Untuk mengidentifikasi apakah suatu senyawa termasuk basa
atau tidak, kita sangat tidak dianjurkan untyuk menyentuhnya. Hal ini karena
beberapa senyawa basa merupakan jenis senyawa basa yang kuat. Basa kuat ini bersifat
korosif sehingga jika disetuh dapat menyebabkan iritasi atau terbakar.
d. Basa dapat Mengubah Warna Indikator
Seperti halnya asam, larutan basa pun akan bereaksi dengan
indikator sehingga dapat mengubah warna indikator tersebut. Basa akan mengubah
warna kertas lakmus merah menjadi biru, sedangkan lakmus biru akan tetap
berwarna biru.
e. Menghantarkan Arus Listrik
Selain senyawa asam ternyata senyawa basa juga merupakan
penghantar listrik yang baik, khususnya basa kuat. Basa kuat mudah terionisasi
dalam air, sehingga dapat mengantarkan arus listrik.
f. Menetralkan Sifat Asam
Senyawa basa dapat digunakan untuk menetralkan asam. Senyawa
asam akan berkurang sifat keasamannya, bahkan dapat berubah menjadi tidak asam
jika direaksikan dengan basa. Asam dan basa yang direaksikan akan menghasilkan
garam dan air. Reaksi itu disebut dengan reaksi penetralan (netralisasi).
Sebagai contohnya adalah kalsium hidroksida direaksikan dengan asam sulfat akan
membentuk kalsium sulfat dan air.
Reaksi :
C. TEORI ASAM DAN BASA
1. Teori Asam Basa Arrhenius
Teori Asam Basa Arrhenius dikemukakan oleh Svante August
Arrhenius. Dalam teori tersebut didefinisikan bahwa:
- Asam
merupakan senyawa yang jika dilarutkan dalam air melepaskan ion H+.
- Basa merupakan senyawa yang jika dilarutkan dalam air melepaskan ion OH-.
Gas asam klorida (HCl) merupakan salah satu zat yang sangat
mudah larut dalam air. HCL atau asam klorida jika dilarutkan dalam air (H2O)
akan terurai. HCl dapat terurai menjadi ion H+ dan Cl-. Oleh karena itu
HCl termasuk dalam asam Arrhenius. Akan tetapi berbeda dengan metana (CH4)
karena tidak dapat menghasilkan ion H+ dalam air walaupun memiliki atom H,
sehingga metana tidak termasuk asam Arrhenius. Kemudian natrium hidroksida
(NaOH) termasuk dalam kategori basa Arrhenius. NaOH merupakan senyawa ionik
yang dapat dilarutkan dalam air yang terdisosiasi menjadi ion NA+ dan OH-.
Konsep Asam Basa Arrhenius ini hanya pelarutnya terbatas pada air saja.
2. Teori Asam Basa Bronsted-Lowry
Teori asam basa Bronsted Lowry dikemukakan oleh Johannes N.
Bronsted dan Thomas M.Lowry pada tahun 1923. Secara terpisah keduanya
menyatakan bahwa secara definisi asam basa yang serupa. Konsep yang mereka
ajukan harus didasarkan pada fakta bahwa reaksi asam-basa yang melibatkan
transfer proton atau ion H+ yang terjadi dari satu zat ke zat lain. Dimana
prosesnya melibatkan asam sebagai pendonor dan basa sebagai akseptor (penerima)
proton. Sehingga defenisi asam basa Bronsted-Lowry yaitu:
- Asam
merupakan donor proton.
- Basa merupakan akseptor proton.
Berikut adalah conroh reaksi asam basa menurut Bronsted
Lowry :
![]() |
| Contoh Asam Basa Menurut Bronsted - Lowry |
3. Teori Asam Basa Lewis
Teori asam Basa Lewis dikemukakan oleh G. N. Lewis pada
tahun 1923. Menurut Lewis definisi asam basa yaitu:
- Asam
adalah akseptor yang merupakan pasangan elektron.
- Basa adalah donor yang merupakan pasangan elektron.
Berdasarkan definisi diatas asam berperan sebagai penerima
pasangan elektron yang tidak hanya H+. senyawa yang memiliki bilangan orbital 0
pada kulit valensi seperti seperti BF3, juga berperan sebagai asam. Contohnya
adalah reaksi antara BF3 dan NH3.
D. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS ASAM DAN BASA
1. Klasifikasi Macam – Macam Jenis Asam
Berdasarkan kekuatannya asam terbagi menjadi dua jenis
yaitu:
a. Asam lemah
Contoh asam kuat yaitu: asam sitrat, asam etanoat, asam
askorbat dan asam laktat.
b. Asam kuat
Contoh asam lemah yaitu: asam klorida, asam nitrat, asam
sulfat dan lain-lain.
2. Klasifikasi Macam – Macam Jenis Basa
Berdasarkan kekuatannya basa terdiri dua jenis yaitu:
a. Basa kuat
Contoh basa kuat yaitu: Litium hidroksida (LiOH), Natrium
hidroksida (NaOH), Kalium hidroksida (KOH), Kalsium hidroksida (Ca(OH)2),
Stronsium hidroksida (Sr(OH)2) dan Rubidium hidroksida (RbOH), Barium
hidroksida (Ba(OH)2) dan Magnesium hidroksida (Mg(OH)2).
b. Basa lemah
Yang dikategorikan dalam basa lemah adalah senyawa basa
selain yang telah disebutkan sebagai contoh basa kuat.
References
Ahablogweb.
(2017, December 26). Asam Basa : Pengertian, Ciri, Sifat, Jenis, Contoh.
Retrieved from Ilmu Dasae Web site:
https://www.ilmudasar.com/2017/12/Pengertian-Ciri-Sifat-dan-Jenis-Asam-Basa-adalah.html





mantepp joss
ReplyDeleteSangat lengkap👌
ReplyDelete