Hallo sobat kimia, jumpa lagi pada blog-kimiaitumudah.blogspot.com-kali ini akan membahas seputar Ikatan & Unsur Kimia yang merupakan lanjutan materi dari postingan saya yang sebelumnya, baca selengkapnya ya sampai ke bawah agar dapat memahami dengan benar materi ini!
A. PENGERTIAN IKATAN KIMIA
Ikatan kimia adalah ikatan yang terbentuk antar
atom atau antar molekul dengan cara :
- Atom yang satu melepaskan elektroEn, sedangakan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
- Atom yang satu melepaskan elektroEn, sedangakan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
- Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal
dari masing-masing atom yang berikatan
- Penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal
dari salah satu atom yang berikatan
Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah guna
terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur. Kestabilan unsur terjadi apabila
suatu unsur mengikuti aturan oktet. Aturan Oktet adalah kecenderungan
unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnnya sama seperti gas mulia.
Unsur gas mulia (Gol VIIIA) mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau
2 (duplet, hanya unsur Helium).
Sebelum mengetahui jenis-jenis ikatan kimia,
kita harus mengetahui apa itu konfigurasi elektron. Konfigurasi elektron adalah
susunan elektron-elektron pada sebuah unsur. Susunan elektron berbentuk sub
kulit-sub kulit, yang masing-masing sub kulit terdiri dari elektron yang
berbeda. Kulit K : 2, L : 8, M : 8, N : 8. Dengan adanya konfigurasi
elektron, kita dapat mengetahui letak unsur disistem periodik (periode dan
golongan).
Contoh : Buat konfigurasi elektron Na
11Na : 2, 8, 1 à artinya,
unsur Na terletak pada golongan 1, periode ke tiga.
Namun, di dalam terdapat sub kulit, maka untuk
golongan B pada sistem periodik, konfigurasi elektron dibuat berdasarkan Asas
Afbau. Karena untuk unsur yang berada di golongan B, konfigurasi elektron
menggunakan prinsip kulit K,L,M,N tidak bisa digunakan (Hanya untuk golongan
A), tetapi Asas Afbau dapat digunakan untuk di semua golongan (A dan B).
Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang
terjadi pada pembentukan ikatan kimia, maka dari itulah ikatan kimia dibedakan
menjadi ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan
ikatan logam.
B. JENIS – JENIS IKATAN
KIMIA
1. Ikatan Ion
Ikatan ion (elektrovalen), adalah ikatan yang terbentuk
akibat adanya perpindahan (serah-terima) elektron dari satu unsur ke unsur yang
lain. Kedua ikatan tersebut berikatan dengan adanya gaya elektrostatis. Unsur
yang cenderung melepaskan elektron adala unsur logam sedangkan unsur yang
cenderung menerima elektron adalah unsur nonlogam.
“Ikatan yang terbentuk apabila unsur logam melepas elektron dan
diikuti dengan unsur nonlogam yang menerima elektron”
Dengan kata lain, satu memberi dan satu menerima
Contoh ikatan ion adalah :
Unsur Na dengan Cl yang membentuk senyawa NaCl.
11Na : 2,8,1 à Na+
17Cl : 2,8,7 à Cl-
Na+ + Cl- à NaCl
Unsur Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga
konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia (8), dan unsur Cl menerima 1
elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas
mulia (8). Jika unsur melepaskan elektron, maka unsur tersebut bermuatan
positif, namun jika unsur menerima elektron, maka unsur tersebut bermuatan
negatif
Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain
Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain
- Golongan alkali (IA) [kecuali atom
H] dengan golongan halogen (VIIA). Contoh : NaF, KI, dan CsF
- Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA). Contoh : Na2S, Rb2S, Na2O
- Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA). Contoh “ CaO, BaO, MgS
- Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA). Contoh : Na2S, Rb2S, Na2O
- Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA). Contoh “ CaO, BaO, MgS
2. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian
pasangan elektron secara bersama oleh dua atom yang belikatan. Ikatan kovalen
terjadi akibat ketidakmampuan salah satu atom yang akan berikatan untuk
melepaskan elektron, yang dalam pembentukannya, masing-masing atom mempunyai orbital
pada kulit terluar yang berisi elektron tunggal. Dan kedua orbial tersebut
saling tumpang-tindih (overlap) sehingga sebuah pasangan elektron terbentuk,
kemudian dipakai secara bersama oleh kedua atom. Ikatan kovalen terbentuk oleh
sesama unsur non logam.
“ikatan yang terbentuk akibat adanya pemakaian elektrom
bersama-sama antara unsur non logam”
Dengan kata lain, sama-sama memberi dan menerima
Contoh ikatan kovalen :
Unsur H dengan N membentuk senyawa NH3
1H : 1 à H+
7N : 2, 5 à N-3
H+ + N-3 à NH3
Unsur H membutuhkan 1 elektron untuk memenuhi aturan oktet,
sedangkan unsur N membutuhkan 3 elektron untuk memenuhi aturan oktet. Oleh
karena itu, kedua unsur tersebut sama-sama memberi dan menerima (saling memakai)
Jenis – jenis ikatan kovalen
a. Berdasarkan jumlah pasangan elektronnya, ikatan kovalen
dibagi menjadi :
- Ikatan kovalen tunggal, adalah ikatan kovalen yang menggunakan satu pasang elektron. Contoh: H-Cl, H-H
- Ikatan kovalen rangkap dua, adalah ikatan kovalen yang menggunakan dua pasang elektron. Contoh: O=O
- Ikatan kovalen rangkap tiga, adalah ikatan kovalen yang menggunakan tiga pasang elektron. Contoh: HC≡CH
- Ikatan kovalen tunggal, adalah ikatan kovalen yang menggunakan satu pasang elektron. Contoh: H-Cl, H-H
- Ikatan kovalen rangkap dua, adalah ikatan kovalen yang menggunakan dua pasang elektron. Contoh: O=O
- Ikatan kovalen rangkap tiga, adalah ikatan kovalen yang menggunakan tiga pasang elektron. Contoh: HC≡CH
b. Berdasarkan kepolarannya, ikatan kovalen dibagi menjadi :
3. Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan Kovalen Koordinasi adalah ikatan yang terbentuk
dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah satu
atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain
hanya bisa menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
“Ikatan yang terbentuk apabila pasangan elektron yang
dipakai bersama hanya berasal dari salah satu unsur yang berikatan”
Dengan kata lain, ada satu menerima, dan ada yang tidak
menerima
Ikatan logam adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gara tarik
menarik yang terjadi antara muatan pisitif dari ion-ion logam dengan muatan
negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak. Atom-atom logam dapat
diibaratkan bola ping-pong yang terjejal rapat satu sama lain. Atom logam
mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan
membentuk ion positif. Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar
terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari satu atom
ke atom lain. Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga
elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana
elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada satu atom, tetapi
senantiasa berpindah-pindah dari satu atom ke atom lain. Elektron-elektron
valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion
positif logam.
C. IKATAN ANTAR MOLEKUL
Pada saat tertentu, molekul-molekul dapat berada dalam fase
dipol seketika ketika salah satu muatan negatif berada di sisi tertentu. Dalam
keadaa dipol ini, molekul dapat menarik atau menolak elektron lain dan
menyebabkan atom lain menjadi dipol. Gaya tarik menarik yang muncul sesaat ini
merupakan gaya Van der Waals.
5.
Antar Aksi Dipol Terinduksi – Dipol Terinduksi (Gaya London)
b.
Ikatan Hidrogen
Energi
potensial Coulomb total antar ion dalam senyawa ionik yang terdiri atas
ion A dan B adalah penjumlahan energi potensial Coulomb interaksi ion
individual, Vab. Karena lokasi ion-ion dalam kisi kristal ditentukan oleh
tipe struktur, potensial Coulomb total antar ion dihitung dengan menentukan
jarak antar ion d. A adalah tetapan Madelung yang khas untuk tiap
struktur kristal
C. IKATAN ANTAR MOLEKUL
Gaya antarmolekul adalah gaya aksi di
antara molekul-molekul yang menimbulkan tarikan antarmolekul dengan berbagai
tingkat kekuatan.
a. Ikatan Van Der Waals
Ikatan van der Waals adalah ikatan
yang berlaku akibat kedudukan kumpulan kimia yang berdekatan. Gaya Van der Waals dahulu dipakai untuk menunjukan semua jenis
gaya tarik menarik antar molekul. Namun kini merujuk pada gaya-gaya yang timbul
dari polarisasi molekul menjadi dipol seketika. Ikatan ini merupakan jenis
ikatan antar molekul yang terlemah, namun sering dijumpai diantara semua zat
kimia terutama gas.
1. Interaksi
Ion – Dipol (Molekul Polar)
Terjadi interaksi (berikatan) / tarik
menarik antara ion dengan molekul polar (dipol).
Contoh : H+ + H2O → H3O+
Ag+ + NH3 →
Ag(NH3)+
Interaksi ini termasuk jenis interaksi
yang relatif cukup kuat. Contoh : NaCl (senyawa ion) dapat
larut dalam air (pelarut polar), AgBr (senyawa ion) dapat larut dalam NH3 (pelarutpolar).
2. Interaksi
Dipol – Dipol
Merupakan interaksi antara sesama
molekul polar (dipol). Interaksi ini terjadi antara ekor dan kepala.
3. Interaksi Ion – Dipol Terinduksi
Merupakan antaraksi ion
dengan dipol terinduksi. Dipol terinduksi merupakan molekul
netralmenjadi dipol akibat induksi partikel bermuatan yang berada
didekatnya. Partikel penginduksi dapat berupa ion atau
dipol lain. Kemampuan menginduksi ion lebih besar daripada dipol
karena muatan ion semakin besar.Ikatan ini relatif lemah karena kepolaran
molekul terinduksi relatif kecil dari dipol permanen.
Contoh : I- + I2 → I3
4. Interaksi Dipol – Dipol
Terinduksi
Molekul dipol dapat membuat
molekul netral lain bersifat dipol terinduksi sehingga terjadiantaraksi
dipol – dipol terinduksi. Ikatan ini cukup lemah sehingga
prosesnya berlangsung lambat.
Contoh : n H2O +
Kr → Kr (H2O)n
Gaya London adalah gaya yang ditimbulkan oleh ikatan dipol sesaat.
Gaya London dapat terjadi pada gas mulia yang mempunyai keelektronegatifan nol.
Contohnya pada Neon, dimana gas neon bisa dicairkan. Pada suhu yang sangat
rendah dan pada suhu yang sangat tinggi, atom-atom neon akan saling berdekatan
sehingga kestabilan elektronnya akan terganggu. Hal ini menyababkan dalam
atom Neon terbentuk dua kutub (dipol) antara molekul yang sama. Dipol ini
mengadakan ikatan sehingga neon berubah menjadi cair. Dipol
ini bersifat sementara, karena elektron selalu bergerak dalam orbital sehingga
pada saat berikutnya dipol itu hilang. Ikatan dipol sangat lemah, tetapi
ikatannya akan bertambah kuat dengan bertambahnya elektron, sehingga titik
didih makin tinggi.
Kekuatan gaya London bergantung pada beberapa faktor, antara lain
kerumitan molekul dan ukuran molekul.
- Kerumitan Molekul
Lebih banyak terdapat interaksipada molekul kompleks dari molekul
sederhana, sehingga Gaya London lebih besar dibandingkan molekul sederhana.
Makin besar Mr makin kuat Gaya London.
- Ukuran Molekul
Molekul yang lebih besar mempunyai tarikan lebih besar dari pada molekul
berukuran kecil. Sehingga mudah terjadi kutub listrik sesaat yang menimbulkan
Gaya London besar.
Dalam satu golongan dari atas ke bawah, ukurannya bertambah besar, sehingga
gaya londonnya juga semakin besar.
Mekanisme :
a. Pasangan elektron suatu
molekul, baik yang bebas maupun yang terikat selalu bergerak mengelilingi
inti.
b. Elektron yang bergerak dapat
mengimbas atau menginduksi sesaat pada molekul yang
lainsehingga molekul yang lain menjadi polar terinduksi sesaat.
c. Molekul ini dapat
menginduksi molekul lainnya sehingga terbentuk molekul –molekul dipol sesaat.
Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan
atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari
senyawa yang sama. Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang paling kuat
dibandingkan dengan ikatan antar molekul lain, namun ikatan ini masih lebih lemah
dibandingkan dengan ikatan kovalen maupun ikatan ion.
Ikatan hidrogen ini terjadi pada ikatan antara atom H dengan atom N,
O, dan F yang memiliki pasangan elektron bebas. Hidrogen dari molekul lain akan
bereaksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan hidrogen
dengan besar ikatan bervariasi. Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh
beda keelektronegatifan dari atom-atom penyusunnya. Semakin besar perbedaannya
semakin besar pula ikatan hidrogen yang dibentuknya.
Kekuatan ikatan hidrogen ini
akan mempengaruhi titik didih dari senyawa tersebut. Semakin besar perbedaan
keelektronegatifannya maka akan semakin besar titik didih dari senyawa
tersebut. Namun, terdapat pengecualian untuk H2O yang memiliki dua
ikatan hidrogen tiap molekulnya. Akibatnya, titik didihnya paling besar
dibanding senyawa dengan ikatan hidrogen lain, bahkan lebih tinggi dari HF yang
memiliki beda keelektronegatifan terbesar.
D. FAKTOR GEOMETRI
Faktor geometri yang menentukan ikatan dan struktur
a. Jari-Jari Atomik
Kerapatan elektron dalam atom secara perlahan akan menuju, tetapi
tidak pernah mencapai nol ketika jarak dari inti meningkat. Oleh karena itu,
secara ketat dapat dinyatakan bahwa jari-jari atom atau ion tidak dapat
ditentukan. Namun, secara eksperimen mungkin untuk menentukan jarak antar inti
atom. Jari-jari atomik yang ditentukan secara eksperimen merupakan salah satu
parameter atomik yang sangat penting untuk mendeskripsikan kimia struktural
senyawa. Cukup beralasan untuk mendefinisikan jari-jari logam sebagai separuh
jarak atom logam. Separuh jarak antar atom didefinisikan juga sebagai jari-jari
kovalen zat elementer.
b. Jari-Jari Ionik
Karena kation dan anion unsur yang berbeda dalam senyawa ion
diikat dengan interaksi elektrostatik, jarak ikatan adalah jumlah jari-jari
ionik yang diberikan untuk kation dan anion.
Jari-jari ionik standar satu spesies ditetapkan terlebih
dahulu dan kemudian dikurangkan dari jarak antar ion untuk menentukan jari-jari
ion partnernya. Sebagai standar, jari-jari ion O2- dalam sejumlah oksida
ditetapkan sebesar 140 pm (1 pm = 10-12 m)
c. Entalpi kisi
Walaupun kestabilan kristal dalam suhu dan tekanan
tetap bergantung pada perubahan energi bebas Gibbs pembentukan kristal dari
ion-ion penyusunnya, kestabilan suatu kristal ditentukan sebagian besar oleh
perubahan entalpinya saja. Hal ini disebabkan oleh sangat eksotermnya
pembentukan kisi, dan suku entropinya sangat kecil . Entalpi kisi, ∆HL,
didefinisikan sebagai perubahan entalpi standar reaksi dekomposisi kristal
ionik menjadi ion-ion gasnya (s adalah
solid, g adalah
gas and L adalah
kisi (lattice)).
MX(s) → M+(g) + X- (g) ∆HL
Entalpi kisi secara tidak langsung dihitung dari nilai
perubahan entalpi dalam tiap tahap menggunakan siklus Born-Haber. Yakni, suatu
siklus yang dibentuk dengan menggunakan data entalpi; entalpi pembentukan
standar kristal ion dari unsur-unsurnya, ∆Hf, entalpi
sublimasi padatan elementernya, entalpi atomisasi yang berhubungan dengan
entalpi disosiasi molekul elementer gasnya, ∆Hatom, entalpi
ionisasi yakni jumlah entalpi ionisasi pembentukan kation dan entalpi penangkapan
elektron dalam pembentukan anion, ∆Ηion.
d. Tetapan Madelung
Interaksi elektrostatik antara
ion-ion yang bersentuhan merupakan yang terkuat, dan tetapan Madelung biasanya
menjadi lebih besar bila bilangan koordinasinya meningkat. Sebab muatan
listrik mempunyai tanda yang berlawanan, potensialnya menjadi negatif,
menunjukkan penstabilan yang menyertai pembentukan kisi kristal dari ion-ion
fasa gas yang terdispersi baik. Walaupun potensial listrik terendah biasanya
menghasilkan struktur paling stabil, namun ini tidak selalu benar sebab
ada interaksi lain yang harus dipertimbangkan.
E. FAKTOR ELEKTRONIK
References
STRUKTUR KRISTAL LOGAM
Kebanyakan bahan logam mempunyai tiga struktur
kristal:
- kubus berpusat muka (face-centered cubic).
- kubus berpusat badan (body-centered cubic).
- heksagonal tumpukan padat (hexagonal close-packed).
a. Face Cetered Cubic (FCC)
- Gambar 2a menunjukkan model bola pejal sel satuan
FCC,
- Gbr 2b: pusat-pusat atom digambarkan dengan bola
padat kecil
- Sel satuan FCC yang berulang dalam padatan
kristalin sama seperti yang ditunjukkan pada
- Struktur FCC mempunyai sebuah atom pada pusat semua
sisi kubus dan sebuah atom pada setiap titik sudut kubus. Beberapa logam yang
memiliki struktur kristal FCC yaitu tembaga, aluminium, perak, dan emas.
- Sel satuan FCC mempunyai empat (4) buah atom, yang
diperoleh dari jumlah delapan seperdelapan-atom pada delapan titik sudutnya
plus enam setengah-atom pada enam sisi kubusnya (8 1/8 + 6 1/2).
- Atom-atom atau inti ion bersentuhan satu sama lain
sepanjang diagonal sisi. Hubungan panjang sisi kristal FCC, a, dengan jari-jari
atomnya, R, ditunjukkan oleh persamaan berikut:
Tiap atom dalam sel satuan FCC ini dikelilingi oleh
duabelas (12) atom tetangga, hal ini berlaku untuk setiap atom, baik yang
terletak pada titk sudut maupun atom dipusat sel satuan (lihat Gambar 2a).
Jumah atom tetangga yang mengelilingi setiap atom dalam struktur kristal FCC
yang nilainya sama untuk setiap atom disebut dengan bilangan koordinasi
(coordination number). Bilangan koordinasi struktur FCC adalah 12.
Faktor tumpukan atom (atomic packing factor, APF)
adalah fraksi volum dari sel satuan yang ditempati oleh bola-bola padat,
seperti ditunjukkan oleh persamaan berikut:
b. Body Centered Cubic (BCC)
Struktur kristal kubus berpusat badan (BCC): (a)
gambaran model bola pejal sel satuan BCC, (b) Sel satuan BCC digambarkan dengan
bola padat kecil, (c) Sel satuan BCC yang berulang dalam padatan kristalin
- Logam–logam dengan struktur BCC mempunyai sebuah
atom pada pusat kubus dan sebuah atom pada setiap titik sudut kubus
- Sel satuan BCC mempunyai dua (2) buah atom, yang
diperoleh dari jumlah delapan seperdelapan atom pada delapan titik sudutnya
plus satu atom pada pusat kubus (8 1/8 + 1).
- Atom-atom atau inti ion bersentuhan satu sama lain
sepanjang diagonal ruang. Hubungan panjang sisi kristal BCC, a,
dengan jari-jari atomnya, R, diberikan sebagai berikut:
Tiap atom dalam sel satuan BCC ini dikelilingi oleh
delapan (8) atom tetangga (lihat Gambar 3a), sebagai akibatnya bilangan
koordinasi struktur BCC adalah 8.Karena struktur BCC mempunyai bilangan
koordinasi lebih kecil dibandingkan dengan bilangan koordinasi FCC, maka faktor
tumpukan atom struktur BCC, yang bernilai 0.68, adalah juga lebih kecil
dibandingkan dengan faktor tumpukan atom FCC.
c. Hexagonal Close Packed (HCP)
Gambar Struktur kristal heksagonal tumpukan padat
(HCP): (a) sel satuan HCP digambarkan dengan bola padat kecil, (b) sel satuan
HCP yang berulang dalam padatan kristalin.
- Ciri khas logam–logam dengan struktur HCP adalah
setiap atom dalam lapisan tertentu terletak tepat diatas atau dibawah sela
antara tiga atom pada lapisan berikutnya
- Sel satuan HCP mempunyai enam (6) buah atom, yang
diperoleh dari jumlah dua-belas seperenam-atom pada dua belas titik sudut
lapisan atas dan bawah plus dua setengah-atom pada pusat lapisan atas dan bawah
plus tiga atom pada lapisan sela/tengah (12 1/6 + 2 1/2 + 3).
- Jika a dan c merupakan dimensi sel satuan yang
panjang dan pendek (lihat Gambar 4), maka rasio c/a umumnya adalah 1.633. Akan
tetapi, untuk beberapa logam HCP, nilai rasio ini berubah dari nilai idealnya.
- Bilangan koordinasi struktur HCP dan faktor tumpukannya
sama dengan struktur FCC, yaitu 12 untuk bilangan koordinasi dan 0.74 untuk
faktor tumpukan.
KRISTAL IONIK
Struktur dasar kristal ion yang lebih besar
(biasanya anion) membentuk susunan terjejal dengan ion yang lebih kecil
(biasanya kation) masuk ke dalam lubang oktahedral atau tetrahedral di antara
anion.
Kristal anion diklasifikasi kedalam beberapa
tipe struktur berdasarkan jenis kation dan anion yang terlibat dan jari-jari
ionnya.
VARIASI UNGKAPAN STRUKTUR
PADATAN
Banyak
padatan anorganik memiliki struktur 3-dimensi yang rumit. Ilustrasi yang
berbeda dari senyawa yang sama akan membantu kita memahami struktur
tersebut. Dalam hal senyawa anorganik yang rumit, menggambarkan ikatan
antar atom, seperti yang digunakan dalam senyawa organik biasanya menyebabkan
kebingungan. Anion dalam kebanyakan oksida, sulfida atau halida logam membentuk
tetrahedral atau oktahedral di sekeliling kation logam. Walaupun tidak terdapat
ikatan antar anion, strukturnya akan disederhanakan bila struktur
diilustrasikan dengan polihedra anion yang menggunakan bersama sudut, sisi atau
muka. Dalam ilustrasi semacam ini,atom logam biasanya diabaikan.
E. FAKTOR ELEKTRONIK
Ikatan dan struktur senyawa ditentukan oleh sifat elektronik
seperti kekuatan atom-atom penyusun dalam menarik dan menolak elektron. Orbital
molekul yang diisi elektron valensi, susunan grometrisnya dipenaruhi oleh
interaksi elektronik antar elektron non ikatan.
a. Muatan Inti Efektif
Muatan inti efektif (Zeff) adalah muatan total dari
inti atom yang dirasakan oleh elektron terluar. Muatan inti efektif
mempengaruhi jari-jari atom, energi ionisasi dan afinitas elektron.
![]() |
| Muatan Inti Efektif |
Zeff = Z- S
Keterangan :
Z = Jumlah proton dalam inti atom atau nomor atom.
S = Konstanta perisai
Untuk mengetahui nilai S adalah berdasarkan aturan Slater. Aturan
Slater diperlukan karena pada suatu atom dengan jumlah elektron banyak,
elektron yang satu merasakan muatan inti yang lebih kecil dibandingkan
kenyataannya karena adanya efek perisai dari elektron-elektron lain yang berada
lebih dekat dengan inti.
Konstanta perisai suatu elektron adalah berdasarkan kaidah berikut
ini :
- Elektron di sebelah kanan elektron yang dikaji tidak memberi
konstanta perisai atau sama dengan 0.
- Elektron di sebelah kiri elektron yang dikaji memberi konstanta
perisai :
a. Setiap elektron dalam kelompok yang sama memberi kontribusi
sebesar 0,35, kecuali kelompok 1s sebesar 0,30
b. Setiap elektron dalam orbital s dan p, dengan bilangan kuantum
utama (n) kurang dari satu elektron yang dikaji memberi kontribusi sebesar
0,85.
c. Setiap elektron dalam orbital s dan p dengan bilangan kuantum
utama (n) kurang dari dua atau lebih elektron yang dikaji memberi kontribusi
sebesar 1,00
d. Setiap elektron dalam orbital d dan f memberi kontribusi
sebesar 1,00 baik untuk elektron dengan nilai n < elektron yang dikaji
ataupun dengan n= elektron yang dikaji dan memiliki bilangan kuantum azimut
yang lebih kecil.
Contoh :
Berapa nilai muatan inti efektif per obital dari atom kripton
dengan nomor atom 36. Terlebih dahulu dibuat konfigurasi elektronnya
berdasarkan asas Aufbau dan kaidah Madelung.
Konfigurasi elektron unsur kripton adalah
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 di
kelompokkan menjadi
(1s)2 (2s2p)8(3s3p)8(3d)10(4s4p)8
Karena kulit terluar tidak memberi perisai untuk elektron
sebelumnya, sehingga diabaikan. Misalnya, kulit terluar dari unsur kripton
adalah 4p dengan banyak elektron 6, tetapi karena tidak ada perisai untuk
elektron sebelumnya, maka dihitung 5 elektron.
Konstanta perisai (S) dari kripton adalah
S Kr = (elektron kulit terluar(kulit ke 5 (4s 4p))x 0,85) +
(elektron kulit terluar (kulit ke 4 (3d))x 1,00) + (elektron kulit
terluar(kulit ke 3 (3s 3p))x 0,85) + (elektron kulit terluar (kulit ke 2 (2s
2p))x 0,85) + (elektron kulit terluar (kulit 1(1s))x 0,30)
Sehingga,
S Kr = (7 x 0,85) + (10x 1) + (8 x 0,85) + (8 x 0,85) + (2 x 0,30)
= 31,85 dengan satu elektron diabaikan pada kulit ke 5.
Zeff = Z-S = 36-31,85 = 4,15
Dinyatakan bahwa :
- Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, muatan inti efektif
akan semakin kecil.
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, muatan inti efektif akan
semakin besar.
b. Energi Ionisasi
Energi ionisasi (IE) adalah jumlah minimum energi yang diperlukan
oleh atom netral berwujud gas untuk mengeluarkan elektron. Energi untuk
mengeluarkan satu elektron pertama disebut energi ionisasi pertama, sedangkan
untuk mengeluarkan elektron kedua disebut energi ionisasi kedua, begitupun
seterusnya.
Energi ionisasi ditekankan pada pembentukan ion bermuatan positif.
Semakin besar ukuran/nomor atom, maka semakin mudah atom melepaskan elektron,
sehingga semakin mudah membentuk ion bermuatan positif. Semakin besar nilai
energi ionisasi, maka semakin sulit elektron dilepaskan dari atom.
Dinyatakan bahwa :
- Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi akan
semakin kecil.
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi akan
semakin besar.
Energi ionisasi dinyatakan dalam satuan internasional, yaitu
elektron volt (eV) dengan nilai
1 eV = 1,60 x 10-19 J = 96,485
kJ.mol-1. Dengan batasan tersebut dinyatakan bahwa energi ionisasi bergantung
pada seberapa kuat elektron terikat pada atom atau seberapa kuat muatan inti
efektifnya.
![]() |
| Grafik Energi Ionisasi |
c. Afinitas Elektron
Afinitas elektron adalah energi yang dilepaskan oleh suatu unsur
dalam wujud gas saat unsur tersebut menerima satu elektron, sehingga terbentuk
ion bermuatan negatif. Semakin mudah suatu unsur menangkap elektron, maka
semakin besar energi yang dilepaskan.
Dinyatakan bahwa :
- Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, afinitas elektron akan
semakin kecil.
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, afinitas elektron akan
semakin besar.
Unsur dengan afinitas elektron bertanda negatif memiliki
kecenderungan lebih besar dalam menyerap elektron daripada unsur dengan
afinitas elektron bertanda positif. Semakin negatif nilai afinitas elektron,
maka semakin besar kemampuan unsur dalam menyerap elektron, sehingga semakin
besar kemampuan unsur untuk membentuk ion bermuatan negatif.
Jika energi ionisasi hanya bernilai positif, afinitas elektron
dapat bernilai positif dan negatif. Jika satu elektron ditambahkan pada atom
yang stabil dan terjadi penyerapan energi, maka afinitas elektron bernilai
positif. Jika satu elektron dilepas dari atom yang stabil dan terjadi pelepasan
energi, maka afinitas elektron bernilai negatif.
Ada beberapa unsur yang tidak memiliki afinitas elektron karena
unsur-unsur tersebut sulit untuk menangkap elektron.
d. Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah skemampuan sebuah atom untuk menarik
elektron. Semakin besar nilai keelektronegatifan, semakin besar pula kekuatan
atom untuk menarik elektron. Sifat ini berkaitan dengan afinitas elektron.
1) L. Pauling
Dinyatakan bahwa :
- Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, keelektronegatifan akan
semakin kecil.
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan,
keelektronegatifan akan semakin besar.
Ada beberapa unsur yang tidak memiliki keelektronegatifan karena
unsur-unsur tersebut cenderung memiliki energi yang stabil, sehingga
kemungkinan unsur-unsur tersebut menerima dan melepaskan elektron sangat kecil.
Cara mengetahui jari-jari atom, energi ionisasi dan afinitas
elektron suatu unsur berdasarkan konfigurasi elektron.
Contoh :
Terdapat unsur magnesium, alumunium,silikon dan fosfor dengan
masing-masing nomor atom, yaitu :
- Helium memiliki nomor atom 2 ditulis dengan 2He.
- Neon memiliki nomor atom 10 ditulis dengan 10Ne.
- Argon memiliki nomor atom 18 ditulis dengan 18Ar.
- Kripton memiliki nomor atom 36 ditulis dengan 36Kr.
Konfigurasi elektron keempat unsur tersebut adalah
2He = 2 atau 1s2 →
golongan VIII A/golongan 18 dan berasal dari periode 1
10Ne = 2 8 atau [He] 2s2 2p6 →
golongan VIII A/golongan 18 dan berasal dari periode 2
18Ar = 2 8 8 atau [Ne] 3s2 3p6 →
golongan VIII A/golongan 18 Adan berasal dari periode 3
36Kr = 2 8 18 8 atau [Ar] 3d10 4s2 4p6 →
golongan VIII A/golongan 18 dan berasal dari periode 4
Penetapan periode suatu unsur bergantung dari jumlah kulit yang
terisi elektron, sedangkan penetapan golongan suatu unsur bergantung dari
jumlah elektron valensinya (jumlah elektron terakhir). Jika elektron terakhir
mengisi subkelopak s dan p, maka unsur termasuk golongan A.
Karena keempat unsur berasal dari periode yang berbeda, maka yang
diperhatikan hanya golongannya saja.
Berdasarkan ketentuan di atas, disimpulkan bahwa :
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jari-jari atom akan
semakin kecil.
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi akan
semakin besar.
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, afinitas elektron akan
semakin besar.
- Dalam satu periode, dari kiri ke kanan,
keelektronegatifan akan semakin besar.
- Unsur helium memiliki jari-jari atom paling kecil daripada
ketiga unsur lainnya. Unsur kripton memiliki jari-jari atom paling besar
daripada ketiga unsur lainnya.
- Unsur helium memiliki energi
ionisasi paling besar daripada ketiga unsur lainnya. Unsur kripton
memiliki energi ionisasi paling kecil daripada ketiga unsur lainnya.
- Unsur helium memiliki afinitasi elektron paling
besar daripada ketiga unsur lainnya. Unsur kripton memiliki afinitas elektron
paling kecil daripada ketiga unsur lainnya.
- Unsur helium memiliki keelektronegatifan paling besar
daripada ketiga unsur lainnya. Unsur kripton memiliki keelektronegatifan paling
kecil daripada ketiga unsur lainnya.
Berikut ini adalah tabel beberapa unsur dengan nilai energi
ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan.
Keterangan : Simbol I adalah energi ionisasi pertama, simbol A
adalah afinitas elektron dan simbol x adalah keelektronegatifan (skala Pauling).
Atom
|
I
|
A
|
χ
|
Atom
|
I
|
A
|
χ
|
H
|
13,60
|
0,75
|
2,20
|
Cr
|
6,77
|
0,67
|
1,66
|
He
|
24,59
|
Mn
|
7,44
|
1,55
|
|||
Li
|
5,39
|
0,62
|
0,98
|
Fe
|
7,90
|
0,15
|
1,83
|
Be
|
9,32
|
1,57
|
Co
|
7,88
|
0,66
|
1,88
|
|
B
|
8,30
|
0,28
|
2,04
|
Ni
|
7,64
|
1,16
|
1,91
|
C
|
11,26
|
1,27
|
2,55
|
Cu
|
7,73
|
1,24
|
1,90
|
N
|
14,53
|
3,04
|
Zn
|
9,99
|
1,65
|
||
O
|
13,62
|
1,46
|
3,44
|
Ga
|
6,00
|
0,30
|
1,81
|
F
|
17,42
|
3,40
|
3,98
|
Ge
|
7,90
|
1,23
|
2,01
|
Ne
|
21,56
|
As
|
9,82
|
0,81
|
2,18
|
||
Na
|
5,14
|
0,55
|
0,93
|
Se
|
9,75
|
2,02
|
2,55
|
Mg
|
7,65
|
1,31
|
Br
|
11,81
|
3,36
|
2,96
|
|
Al
|
5,99
|
0,44
|
1,61
|
Kr
|
14,00
|
3,00
|
|
Si
|
8,15
|
1,39
|
1,90
|
Rb
|
4,18
|
0,49
|
0,82
|
P
|
10,49
|
0,75
|
2,19
|
Sr
|
5,69
|
0,11
|
0,95
|
S
|
10,36
|
2,08
|
2,58
|
Y
|
6,22
|
0,31
|
1,22
|
Cl
|
12,97
|
3,61
|
3,16
|
Zr
|
6,63
|
0,43
|
1,33
|
Ar
|
15,76
|
Nb
|
6,76
|
0,89
|
1,6
|
||
K
|
4,34
|
0,50
|
0,82
|
Mo
|
7,09
|
0,75
|
2,16
|
Ca
|
6,11
|
0,02
|
1,00
|
Ru
|
7,36
|
1,05
|
2,2
|
Sc
|
6,56
|
0,19
|
1,36
|
Rh
|
7,46
|
1,14
|
2,28
|
Ti
|
6,83
|
0,08
|
1,54
|
Pd
|
8,34
|
0,56
|
2,20
|
V
|
6,75
|
0,53
|
1,63
|
Ag
|
7,58
|
1,30
|
1,93
|
Atom
|
I
|
A
|
χ
|
Cd
|
8,99
|
1,69
|
|
In
|
5,79
|
0,30
|
1,78
|
Sn
|
7,34
|
1,11
|
1,96
|
Sb
|
8,64
|
1,07
|
2,05
|
Te
|
9,01
|
1,97
|
2,1
|
I
|
10,45
|
3,06
|
2,66
|
Xe
|
12,13
|
2,60
|
|
Cs
|
3,89
|
0,47
|
0,79
|
Ba
|
5,21
|
0,15
|
0,89
|
La
|
5,58
|
0,50
|
|
Hf
|
6,83
|
1,3
|
|
Ta
|
7,89
|
0,32
|
1,5
|
W
|
7,98
|
0,82
|
2,36
|
Re
|
7,88
|
0,15
|
1,9
|
Os
|
8,70
|
1,10
|
2,2
|
Ir
|
9,10
|
1,60
|
2,20
|
Pt
|
9,00
|
2,13
|
2,28
|
Au
|
9,23
|
2,31
|
2,54
|
Hg
|
10,44
|
2,00
|
|
Tl
|
6,11
|
0,20
|
1,62
|
Pb
|
7,42
|
0,36
|
2,33
|
Bi
|
7,29
|
0,95
|
2,02
|
2) Allerd–Rochow
Allerd dan Rochow beranggapan bahwa elektronegativitas
haruslah berhubungan dengan muatan sebuah elektron pada "permukaan"
sebuah atom: semakin tinggi muatan per satuan lebar permukaan atom, semakin
agung kecenderungan atom tersebut untuk menarik elektron-elektron. Muatan inti
efektif, Z* yang terdapat pada elektron
valensi dapat diperkirakan
dengan memakai kaidah Slater. Sedangkan lebar permukaan atom pada sebuah
molekul dapat dihitung dengan asumsi lebar ini proposional dengan kuadrat
jari-jari kovalen (rcov). rcov memiliki
satuan ångström,
3) Mulliken
Mulliken mengajukan
bahwa purata aritmetik dari energi ionisasi pertama dan afinitas elektron
haruslah adalah sebuah hitungan dari kecenderungan sebuah atom menarik
elektron-elektron. Sebab arti ini tidak bergantung pada skala relatif
sembarang, ia juga dikata sebagai elektronegativitas relatif dengan
satuan kilojoule per mol atau elektronvolt.
Namun pada umumnya kita memakai transformasi linear untuk
menerapkan transformasi harga absolut tersebut dibentuk menjadi harga yang
bertambah mirip dengan harga Pauling. Untuk energi inonisasi dan afinitas
elektron dalam elektronvolt
Ahmad, D. (2018, Maret 29). Struktur Kristal Logam.
Retrieved from Sridianti Web site:
https://www.sridianti.com/struktur-kristal-logam.html
Hadi, A. (2015,
November). Pengertian dan Jenis-Jenis Ikatan Kimia. Retrieved from Soft
Ilmu Web Site:
https://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Jenis-Macam-Ikatan-Kimia-Adalah.html
Laura, R. K. (2018,
February 18). Muatan Inti Efektif, Jari-Jari Atom, Energi Ionisasi, Afinitas
Elektron Dan Keelektronegatifan. Retrieved from Ratu Kemala Laura Web Site:
https://ratukemalalaura.blogspot.com/2018/02/muatan-inti-efektif-jari-jari-atom.html
Mely, R. A. (2014,
Desember). Ikatan Antar Molekul. Retrieved from Rizka Ayu Mely Khatun
Web site: http://rizkaayumelykhatun.blogspot.com/2014/12/gaya-antar-molekul.html
Mulyono. (2011,
Oktober). Entalpi Kisi dan Tetapan Madelung. Retrieved from Sersan
Mulyono Web Site:
http://sersan-mulyono.blogspot.com/2011/10/entalpi-kisi-dan-tetapan-madelung.html






















Lanjutkan
ReplyDeletememantul, memang mantap betul
ReplyDeleteNtaps tol
ReplyDeleteMntepp
ReplyDeleteGood,, ditunggu postingan berikutnyaa
ReplyDeleteBaguss
ReplyDelete👍💕
ReplyDeleteNicee
ReplyDeleteMaterinya banyak banget yak...wkwkw
tetap semangat untuk blog selanjutnya
ReplyDeletemantap, lanjutkan
ReplyDeleteGood
ReplyDelete