Hallo sobat kimia, pada postingan blog-kimiaitumudah.blogspot.com-kali ini akan membahas seputar Partikel Dasar Penyusun Atom, Bilangan Kuantum, dan Konfigurasi Elektron yang merupakan lanjutan materi dari postingan saya yang sebelumnya, baca selengkapnya ya sampai ke bawah agar dapat memahami dengan benar materi ini!
A. Partikel Dasar Penyusun Atom
1. Elektron
2. Proton
B. Bilangan Kuantum
1. Elektron
Pernahkah Kalian memperhatikan tabung televisi? Tabung
televisi merupakan tabung sinar katode. Percobaan tabung sinar katode pertama
kali dilakukan oleh William Crookes (1875). Hasil
eksperimennya yaitu ditemukannya seberkas sinar yang muncul dari arah katode
menuju ke anode yang disebut sinar katode.
George Johnstone Stoney (1891) yang mengusulkan
nama sinar katode disebut “elektron“. Kelemahan dari Stoney tidak dapat
menjelaskan pengaruh elektron terhadap perbedaan sifat antara atom suatu unsur
dengan atom dalam unsur lainnya. Antoine Henri Becquerel (1896)
menentukan sinar yang dipancarkan dari unsur-unsur radioaktif yang sifatnya mirip
dengan elektron.
Joseph John Thomson (1897) melanjutkan
eksperimen William Crookes. yaitu pengaruh medan listrik dan medan magnet dalam
tabung sinar katode.
Hasil
percobaan J.J. Thomson menunjukkan bahwa sinar katode dapat dibelokkan
ke arah kutub positif medan listrik. Hal ini membuktikan terdapat partikel
bermuatan negatif dalam suatu atom.
Besarnya
muatan dalam elektron ditemukan oleh Robert Andrew Milikan (1908)
melalui percobaan tetes minyak Milikan seperti gambar berikut.
Minyak disemprotkan ke dalam tabung yang bermuatan listrik.
Akibat gaya tarik gravitasi akan mengendapkan tetesan minyak yang turun.
Apabila tetesan minyak diberi muatan negatif maka akan tertarik ke kutub
positif medan listrik. Dari hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh
muatan elektron –1 dan massa elektron 0, sehingga elektron dapat dilambangkan
2. Proton
Jika massa elektron 0 berarti suatu partikel tidak mempunyai
massa. Namun pada kenyataannya partikel materi mempunyai massa yang dapat
diukur dan atom bersifat atom itu netral. Bagaimana mungkin atom itu bersifat
netral dan mempunyai massa, jika hanya ada elektron saja dalam atom?
Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen
dari tabung gas yang memiliki katode, yang diberi lubanglubang dan diberi
muatan listrik.
Hasil eksprerimen tersebut membuktikan bahwa pada saat
terbentuk elektron yang menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju
arah berlawanan melewati lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dalam
tabung ini, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif
yang paling kecil baik massa maupun muatannya, sehingga partikel inidisebut dengan proton.
Massa proton = 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton = +1.
3. Inti Atom
Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest
Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis emas. Jika
atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif maka sinar alfa
yang ditembakkanseharusnya tidak ada yang diteruskan/menembus lempeng sehingga
muncullah istilah inti atom. Ernest Rutherford dibantu oleh Hans
Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti atom didukung oleh
penemuan sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat
radioaktif (1896). Percobaan Rutherford dapat digambarkan sebagai berikut :
Percobaan Rutherford, hamburan sinar alfa oleh lempeng emas.
Hasil percobaan ini membuat Rutherford menyatakan hipotesisnya bahwa atom
tersusun dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi elektron yang
bermuatan negatif, sehingga atom bersifat netral. Massa inti atom tidak
seimbang dengan massa proton yang ada dalam inti atom, sehingga dapat
diprediksi bahwa ada partikel lain dalam inti atom.
4. Neutron
Prediksi dari Rutherford memacu W. Bothe dan H.
Becker (1930) melakukan eksperimen penembakan partikel alfa pada inti
atom berilium (Be) dan dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi.
Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick (1932).
Ternyata partikel yang menimbulkan radiasi berdaya tembus tinggi itu bersifat
netral atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama dengan proton. Partikel
ini disebut neutron dan dilambangkan dengan
Notasi Atom
Nomor Atom
Nomor atom menunjukkan jumlah muatan positif dalam inti
(jumlah proton). menurut Hendry Moseley (1887-1915) jumlah muatan positif
setiap unsur bersifat karakteristik. Jadi unsur yang berbeda akan mempunyai
nomor atom yang berbeda. untuk jumlah muatan positif (nomor atom) diberi
lambang Z diberi lambang Z. Jika atom bersifat netral maka jumlah muatan
positif (proton)sama dengan jumlah muatan negatif (elektron), jadi nomor atom =
jumlah proton =jumlah elektron.
Z = np = ne , dimana n = Jumlah
Nomor Massa
Berdasarkan percobaan tetes Millikan ditemukan seperti
tabel :
Atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Massa atom =
(massa p + massa n) + massa e. Dari tabel massa elektron jauh lebih kecil
dibandingkan massa neutron dan proton, maka massa elektron diabaikan. dengan
demikian massa atom = massa p + massa n. Massa atom dinyatakan sebagai nomor
massa dan dilambangkan A.
A = massa n + massa p —–>
n = A – Z
Apa sih yang dimaksud dengan bilangan kuantum ini??
Pengertian bilangan kuantum adalah bilangan yang menyatakan kedudukan atau posisi elektron dalam atom yang diwakili oleh suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis.
Bilangan ini menggambarkan sifat elektron dalam suatu
orbital.
Bilangan Kuantum menentukan tingkat energi utama atau jarak
dari inti, bentuk orbital, orientasi orbital, dan spin elektron.
Bilangan kuantum merupakan salah satu ciri khas dari model
atom mekanika kuantum atau model atom modern yang dicetuskan oleh Erwin
Schrödinger.
Menurut teori atom modern, elektron berada dalam orbital dan
setiap orbital mempunyai tingkat energi atau bentuk tertentu. Satu atau
beberapa orbital yang memiliki tingkat energi sama membentuk subkulit. Untuk
menentukan tingkat energi dari elektron serta menyatakan kedudukan elektron
pada suatu orbital digunakan bilangan kuantum. Schrodinger menggunakan tiga
bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth
(l), bilangan kuantum magnetic (m). Ketiga bilangan kuantum ini merupakan
bilangan bulat dan sederhana yang memberi petunjuk kebolehjadian diketemukannya
electron dalam atom. Sedangkan untuk menyatakan arah perputaran elektron pada
sumbunya para ahli menggunakan bilangan kuantum spin (s).
Jenis-Jenis Bilangan
Adapun dalam Penjelasan bilangan-bilangan kuantum ini adalah sebagai berikut:
1. Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilangan kuantum utama (primer) digunakan untuk
menyatakan tingkat energi utama yang dimiliki oleh elektron dalam sebuah atom.
Bilangan ini tidak pernah bernilai nol (0). Bilangan kuantum
utama dapat mempunyai nilai semua bilangan positif, yaitu 1,2,3,4 dan
seterusnya.
Sedangkan kelopak atom dinyatakan dengan huruf K,L,M,N dan
seterusnya.
Kulit
|
K
|
L
|
M
|
N
|
Nilai
(n)
|
1
|
2
|
3
|
4
|
Contohnya:
n=1 elektron berada pada kelopak K;
n=2 elektron berada pada kelopak L;
n=3 elektron berada pada kelopak M;
n=4 elektron berada pada kelopak N;
Bilangan quantum utama juga berhubungan dengan jarak
rata-rata elektron dari inti dalam orbital tertentu.
Semakin besar n, semakin besar jarak rata-rata elektron
dalam orbital tersebut dari inti dan oleh karena itu semakin besar orbitalnya.
2. Bilangan Kuantum Azimut atau Momentum Sudut (ℓ)
Bilangan kuantum azimut sering disebut dengan momentum
sudut. Energi sebuah elektron berhubungan dengan gerakan orbital yang
digambarkan dengan momentum sudut. Bilangan Kuantum azimut
membagi kulit menjadi orbital-orbital yang lebih kecil (sub Kulit).
Setiap kulit pada bilangan kuantum azimut memiliki nilai l=0
sampai l=(n-1). Biasanya nya subkulit ditulis l=1,2,3,…, (n-1) diberi simbol
s,p,d,f dan seterusnya.
3. Bilangan Kuantum Magnetik (m)
Bilangan ini menyatakan tingkah laku elektron dalam medan
magnet. Tidak adanya medan magnet luar membuat elektron atau orbital mempunyai
nilai n dan l yang sama tetapi berbeda m.
Namun, dengan adanya medan magnet, nilai tersebut sedikit
berubah. Hal ini dikarenakan timbulnya interaksi antara medan magnet sendiri
dengan medan magnet luar.
Bilangan ini ada karena momentum sudut elektron, gerakannya
berhubungan aliran arus listrik.
Karena interaksi ini, elektron menyesuaikan diri di wilayah
tertentu sekitar inti. Daerah khusus ini dikenal sebagai orbital. Orientasi
elektron di sekitar inti dapat ditentukan dengan menggunakan bilangan ini.
Di dalam satu subkulit, nilai m bergantung pada nilai
bilangan azimut/momentum sudut l. Untuk nilai l tertentu, ada (2l + 1) nilai
buat m sebagai berikut: -l, (-l + 1), …, (+l – 1), +1
Bila l=0, maka m=0. Bila l =1, maka terdapat 3 nilai m yaitu
-1, 0, dan -1. Bila l = 2, maka terdapat lima nilai m yaitu -2, -1, 0, +1, dan
+2.
Jumlah m menunjukkan jumlah orbital dalam subkulit dengan
nilai l tertentu.
4. Bilangan Kuantum Spin (s)
Bilangan ini menyatakan momentum sudut suatu partikel. Spin
mempunyai simbol “s” atau sering ditulis dengan ms (kuantum spin magnetik).
Suatu elektron dapat mempunyai bilangan kuantum spin s =
+1/2 atau -1/2.
Nilai positif atau negatif dari spin menyatakan spin atau
rotasi partikel pada sumbu. Sebagai contoh, untuk nilai s=+1/2 berarti
berlawanan arah jarum jam (ke atas), sedangkan s=-1/2 berarti serah jarum jam.
Diambil nilai setengah karena hanya ada dua peluang
orientasi, yaitu atas dan bawah. Dengan demikian, peluang untuk mengarah ke
atas adalah 50% dan peluang untuk ke bawah adalah 50%.
C. Konfigurasi Elektron
Konfigurasi
Elektron adalah susunan elektron-elektron pada sebuah atom.
Susunan elektron pada sebuah atom tidak sembarangan tetapi mengikuti pola atau
rumus atau kaidah tertentu yang telah di tetapkan oleh para ahli kimia yang
khusus mempelajari tentang konfigurasi elektron. Pada Ilmu Kimia, diterapkan
tiga aturan dasar atau azas penting yang menjadi dasar penyusunan konfigurasi
elektron suatu atom yaitu prinsip Aufbau, kaidah Hund dan larangan
Pauli. Masing-masing prinsip ini menjelaskan tentang konfigurasi elektron
yang mungkin terjadi pada suatu atom dengan peraturan-peraturan yang mengikat
dan harus terpenuhi.
Adapun ke 3 kaidah yang mengatur konfigurasi elektron adalah
sebagai berikut :
- Prinsip Aufbau
Kata Aufbau berasal dari bahasa Jerman yaitu "Aufbauen"
yang berarti "membangun". Pada saat menuliskan konfigurasi elektron,
maka sama dengan membangun elektron orbital yang tersusun dari atom-atom. Pada
saat menulisnya, maka orbital akan terisi dengan elektron untuk menambah nomor
atom. Prinsip Aufbau berasal dari asa larangan Pauli yang mengatakan bahwa
tidak ada dua elektron dalam sebuah atom dapat memiliki bilangan kuantum yang
sama, karena harus "menumpuk" atau "membangun" ke tingkat
energi yang lebih tinggi.
![]() |
| Tingkatan Energi Sesuai Aturan Aufbau |
Contoh :
Cl, Σe =17 1s² 2s² 2p6 3s² 3p5
K, Σe =19 1s² 2s² 2p6 3s² 3p1 4s2
K, Σe =19 1s² 2s² 2p6 3s² 3p1 4s2
- Penyimpangan
Aturan Aufbau
Pada aturan Aufbau terdapat penyimpangan terhadap beberapa konfigurasi elektron atom-atom tertentu. Hal ini disebabkan karena berdasarkan kaidah kestabilan(orbital berisi setengah penuh atau penuh). Hanya berlaku pada atom-atom yang berakhir pada subkulit "d" diantaranya adalah Cr(krom) dan Cu(tembaga), dengan pola :
ns2 (n-1)d4 berubah menjadi ns1 (n-1)d5
ns2 (n-1)d9 berubah menjadi ns1 (n-1)d10
Contoh :
Cr, Σe =24 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d4
menjadi
Cr, Σe =24 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d5
- Kaidah Hund
Aturan ini dikemukakan oleh Friedrick Hund Tahun 1930. yang
menyatakan “elektron-elektron dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung
untuk tidak berpasangan”. Dengan kata lain
setiap orbital di subtingkat diisi elektron tunggal sebelum orbital diisi pasangan elektron. Semua elektron tunggal yang mengisi orbital akan mempunyai spin yang sama. Ketika menetapkan elektron dalam orbital, setiap elektron pertama akan mengisi semua orbital dengan energi yang sama (juga disebut sebagai degenerat) sebelum berpasangan dengan elektron lain dalam orbital setengah penuh. Atom pada keadaan dasar (ground state) cenderung memiliki banyak elektron yang tidak berpasangan.
Suatu orbital digambarkan dalam bentuk kotak, sedangkan elektron yang menghuni orbital digambarkan dengan dua anak panah yang berlawanan arah. Jika orbital hanya mengandung satu elektron, maka anak panah yang ditulis mengarah ke atas.
setiap orbital di subtingkat diisi elektron tunggal sebelum orbital diisi pasangan elektron. Semua elektron tunggal yang mengisi orbital akan mempunyai spin yang sama. Ketika menetapkan elektron dalam orbital, setiap elektron pertama akan mengisi semua orbital dengan energi yang sama (juga disebut sebagai degenerat) sebelum berpasangan dengan elektron lain dalam orbital setengah penuh. Atom pada keadaan dasar (ground state) cenderung memiliki banyak elektron yang tidak berpasangan.
Suatu orbital digambarkan dalam bentuk kotak, sedangkan elektron yang menghuni orbital digambarkan dengan dua anak panah yang berlawanan arah. Jika orbital hanya mengandung satu elektron, maka anak panah yang ditulis mengarah ke atas.
![]() |
| Kaidah Hund |
- Larangan Pauli
Aturan ini dikemukakan oleh Wolfgang Pauli pada
tahun 1926. Yang menyatakan “Tidak boleh terdapat dua elektron dalam satu
atom dengan empat bilangan kuantum yang sama”.
Larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron dapat
memiliki empat bilangan kuantum yang sama. Dalam satu orbital maksimal dua
elektron dapat ditemukan dan dua elektron harus memiliki spin yang berlawanan.
Itu berarti satu elektron mempunyai spin ke atas (+½) dan yang lain akan
mempunyai spin ke bawah (-½).
![]() |
| Larangan Pauli |
Tiga bilangan kuantum pertama adalah n=1, l=0, m=0. Hanya dua elektron yang sesuai, yang akan berupa s=-½ atau s =+½.
![]() |
| Diagram orbital dan konfigurasi elektron berdasarkan orbital dari 10 unsur pertama |
Aidha, E. R.
(2012, February). Partikel Dasar Penyusun Atom. Retrieved from ekaaidha
Web Site:
https://ekaaidha.wordpress.com/kelas-x-2/i-struktur-atom/b-perkembangan-tabel-periodik-unsur/
Smansa. (2014,
Agustus 25). Konfigurasi Elektron, aturan yang harus dipenuhi. Retrieved
from Smansax Web Site:
http://www.smansax1-edu.com/2014/08/konfigurasi-elektron-aturan-yang-harus.html
Kusuma. (n.d.). Bilangan
Kuantum. Retrieved from theinsidemag Web Site:
https://theinsidemag.com/bilangan-kuantum/



















Lanjut bang
ReplyDeleteNicee kiii
ReplyDeleteMantaps
ReplyDelete👍👍👍
ReplyDeleteMantep
ReplyDeleteMantap bang
ReplyDeleteGood🐣🐣
ReplyDelete👍👍👍
ReplyDeletepelajaran yang saya suka saat di sma tapi sekarang sudah lupa woowow
ReplyDeleteapalagi23.com
Baguss👍👍
ReplyDeletemantapp
ReplyDeleteBagus bang 👍👍
ReplyDeleteBagus
ReplyDeleteMakasih kak sangat bermanfaat!
ReplyDeleteNice
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteSangat Membantu
ReplyDeleteBagus materinya
ReplyDeleteSangat bermanfaat
ReplyDeleteMateri my mudah dipahami
ReplyDeleteNice
ReplyDeleteDitunggu materi selanjutnya
ReplyDeleteTrus update ya ka
ReplyDelete